Pilih Kain 3 Hari, Desain Cuma 30 Menit
Ada fenomena yang cukup sering terjadi.
Datang ke toko kain.
Lihat warna satu per satu.
Bandingin Cotton Combed, Carded, Cotton Bamboo, sampai bolak-balik pegang sampel yang sama.
Hari pertama masih bingung.
Hari kedua masih minta foto pembanding.
Hari ketiga masih nanya:
"Kalau yang ini sama yang itu bedanya apa ya?"
Tapi lucunya, pas masuk ke tahap desain...
"Yang penting ada logo depan aja deh."
Selesai dalam 30 menit.
Padahal yang Dilihat Orang Pertama Kali Itu Desain
Coba bayangin.
Ada dua kaos dengan bahan yang sama.
Sama-sama nyaman.
Sama-sama adem.
Sama-sama berkualitas.
Tapi yang satu desainnya menarik, yang satu lagi terlihat seperti dibuat lima menit sebelum deadline.
Kira-kira mana yang lebih dulu dilirik?
Mayoritas orang bahkan belum sempat merasakan bahannya.
Mereka lihat desain dulu.
Kalau desainnya nggak menarik, biasanya perjalanan berhenti sampai situ.
Kain Itu Pondasi, Desain Itu Wajahnya
Kain memang penting.
Nggak ada yang menyangkal.
Bahan yang nyaman bikin orang mau pakai lagi.
Bikin pelanggan puas.
Bikin produk terasa lebih bernilai.
Tapi desain juga punya peran yang nggak kalah penting.
Karena desain adalah hal pertama yang mengundang orang untuk mendekat.
Kalau kain adalah pondasinya, desain adalah wajah yang dikenalkan ke calon pembeli.
Dua-duanya perlu jalan bareng.
Terlalu Fokus ke Bahan Juga Bisa Jadi Jebakan
Kadang ada yang hafal semua spesifikasi kain.
Sudah tahu gramasi.
Sudah tahu jenis rajutan.
Sudah tahu komposisi serat.
Tapi belum tahu desain seperti apa yang ingin dijual.
Akhirnya proses produksi mandek di tengah jalan.
Kain sudah dipilih.
Budget sudah disiapkan.
Tapi desain belum benar-benar matang.
Padahal justru desain itulah yang akan mewakili karakter brand.
Sebaliknya, Jangan Asal Pilih Kain Juga
Nah, bukan berarti setelah baca ini terus pilih kain sembarangan.
Karena ada juga kasus sebaliknya.
Desain sudah keren.
Feed Instagram sudah rapi.
Foto produk sudah niat.
Tapi bahan yang dipakai tidak sesuai ekspektasi.
Begitu produk sampai ke tangan pelanggan, kesan premiumnya langsung turun.
Makanya bukan soal mana yang lebih penting.
Tapi bagaimana keduanya saling melengkapi.
Brand yang Kuat Biasanya Seimbang
Kalau diperhatikan, brand-brand yang bertahan lama biasanya punya satu kesamaan.
Mereka tidak hanya mikirin desain.
Mereka juga tidak hanya mikirin bahan.
Mereka berusaha menjaga keduanya.
Desain dibuat dengan pertimbangan yang matang.
Bahannya juga dipilih sesuai target market dan konsep produk.
Karena pada akhirnya pelanggan tidak membeli kain saja.
Dan pelanggan juga tidak membeli desain saja.
Mereka membeli pengalaman dari produk secara keseluruhan.
Jadi, Mana yang Harus Didahulukan?
Jawabannya sederhana.
Pikirkan dua-duanya dari awal.
Jangan habiskan tiga hari memilih kain lalu memberikan waktu tiga puluh menit untuk desain.
Tapi jangan juga menghabiskan berminggu-minggu mengurus desain tanpa tahu bahan apa yang akan dipakai.
Karena kaos yang bagus biasanya lahir dari kombinasi dua hal:
Bahan yang tepat.
Dan desain yang memang dipikirkan.
Kalau salah satunya setengah hati, hasil akhirnya biasanya ikut terasa setengah jadi.
