Awalnya Cari 5 Kg, Pulangnya Bawa 25 Kg
Kalau KawanSAM pernah datang ke toko kain dengan niat beli 5 kg, terus pulang bawa 25 kg, tenang.
Kamu nggak sendirian.
Fenomena ini cukup sering terjadi. Bahkan kadang ada yang awalnya cuma mau lihat-lihat bahan, eh pulangnya sudah sambil mikirin desain kaos, ukuran sablon, sampai warna kemasan.
Pertanyaannya:
Kenapa bisa begitu?
Awalnya Cuma Mau Coba-Coba
Biasanya ceritanya dimulai dari kalimat seperti ini:
"Saya mau coba dulu deh, 5 kg aja."
Masuk akal.
Apalagi kalau baru mulai brand, mau bikin kaos komunitas, atau sedang tes pasar. Rasanya lebih aman beli sedikit dulu daripada langsung banyak.
Tapi setelah mulai ngobrol soal kebutuhan produksi, sering muncul fakta-fakta yang sebelumnya belum dihitung.
Ternyata 5 kg itu tidak sebanyak yang dibayangkan.
Pas Dihitung, Jumlah Kaosnya Nggak Banyak
Banyak orang mengira 5 kg kain bisa menghasilkan ratusan kaos.
Padahal kenyataannya tidak begitu.
Jumlah kaos yang dihasilkan tetap bergantung pada ukuran, pola, dan efisiensi produksi.
Saat mulai menghitung kebutuhan sebenarnya, baru terasa kalau target produksi yang diinginkan ternyata membutuhkan kain lebih banyak.
Awalnya ingin bikin satu desain untuk banyak ukuran.
Awalnya ingin stok cadangan.
Awalnya ingin sekalian buat konten foto produk.
Pelan-pelan angka kebutuhan kain mulai naik.
Warna yang Diincar Ternyata Lebih dari Satu
Ini juga sering terjadi.
Awalnya datang dengan satu warna incaran.
Misalnya hitam.
Lalu lihat warna lain.
Navy ternyata bagus.
Abu juga menarik.
Army juga cocok.
Akhirnya muncul kalimat yang cukup terkenal:
"Kalau sekalian warna ini gimana?"
Dari satu warna jadi dua.
Dari dua jadi tiga.
Budget mulai bernegosiasi dengan hati.
Mulai Kepikiran Harga Produksi
Ada satu momen yang sering mengubah keputusan.
Yaitu ketika mulai menghitung biaya produksi per kaos.
Kadang selisih modal antara produksi sedikit dan produksi lebih banyak ternyata tidak sejauh yang dibayangkan.
Saat dihitung ulang, beberapa orang memilih menambah jumlah produksi karena merasa hasil akhirnya lebih masuk akal untuk kebutuhan bisnis mereka.
Bukan karena lapar diskon.
Tapi karena hitungannya memang lebih pas.
Takut Kehabisan Saat Repeat Order
Ada juga yang awalnya ingin beli sedikit.
Lalu teringat satu hal:
"Kalau nanti laku, stok kainnya masih ada nggak ya?"
Pertanyaan sederhana, tapi cukup sering membuat orang berpikir ulang.
Karena tidak semua warna atau jenis kain selalu tersedia dalam jumlah yang sama setiap saat.
Akhirnya muncul keputusan:
Sekalian amankan kebutuhan produksi yang sudah diperkirakan.
Daripada nanti harus mencari warna yang sama dan hasilnya sedikit berbeda.
Bukan Karena Kalap
Kalau dipikir-pikir, fenomena ini sebenarnya bukan soal kalap belanja.
Lebih sering karena setelah memahami kebutuhan produksi yang sebenarnya, angka yang awalnya terlihat besar ternyata justru terasa masuk akal.
Awalnya datang membawa perkiraan.
Pulang membawa perhitungan.
Dan biasanya itu dua hal yang berbeda.
Jadi Harus Langsung Beli Banyak?
Belum tentu.
Setiap brand punya kebutuhan yang berbeda.
Ada yang memang lebih cocok mulai dari jumlah kecil untuk tes pasar.
Ada juga yang lebih efisien jika langsung menyiapkan kebutuhan produksi yang lebih besar.
Yang penting bukan mengikuti jumlah orang lain.
Tapi memahami kebutuhan produksi sendiri.
Karena kadang masalahnya bukan kita membeli terlalu banyak.
Masalahnya adalah kita menghitung terlalu sedikit.
Dan dari situlah cerita "cuma mau cari 5 kg" bisa berubah jadi "sekalian 25 kg aja deh."
