Kenapa Pemilik Brand Suka Bilang "Nanti Saya Kabarin Lagi"?

Kalau KawanSAM pernah cari kain untuk produksi kaos, mungkin kalimat ini terdengar familiar:

"Oke Min, nanti saya kabarin lagi ya."

Lalu...

Tidak ada kabar seminggu.

Sebulan.

Kadang sampai kainnya sudah ganti dye lot.

Tapi sebenarnya, kenapa sih banyak calon pemilik brand yang akhirnya bilang "nanti saya kabarin lagi"?

Apakah karena tidak jadi beli?

Belum tentu.

Seringnya Bukan Karena Tidak Tertarik

Ini yang menarik.

Di lapangan, banyak calon pemilik brand yang sebenarnya sudah cocok.

Bahannya cocok.

Warnanya cocok.

Harganya juga masih masuk budget.

Tapi tetap belum jadi order.

Karena setelah melihat kain, ternyata masih ada satu pekerjaan yang lebih besar:

Membuat keputusan.

Produksi Kaos Itu Jarang Soal Kain Saja

Kadang orang datang dengan tujuan sederhana.

"Saya mau bikin brand kaos."

Setelah ngobrol beberapa menit, ternyata yang harus dipikirkan bukan cuma kain.

Masih ada:

  • Desain belum final

  • Logo masih revisi

  • Belum tahu mau jual di harga berapa

  • Belum tahu target marketnya siapa

  • Belum yakin mau produksi berapa pcs

Jadinya kain sudah ketemu, tapi keputusan produksinya belum ketemu.

Takut Salah Langkah

Kalau dipikir-pikir, wajar juga.

Produksi pertama sering terasa seperti ujian yang tidak ada kisi-kisinya.

Takut salah pilih bahan.

Takut warna tidak laku.

Takut stok numpuk.

Takut modal tidak balik.

Akhirnya muncul kalimat paling aman:

"Nanti saya kabarin lagi ya, Min."

Padahal yang sebenarnya terjadi adalah:

"Saya masih butuh waktu buat mikir."

Terlalu Banyak Pilihan Juga Bisa Jadi Masalah

Lucunya, kadang masalahnya bukan karena pilihan terlalu sedikit.

Tapi justru terlalu banyak.

Awalnya cuma cari warna hitam.

Lima menit kemudian mulai lihat navy.

Terus lihat abu.

Terus lihat army.

Terus lihat maroon.

Tiba-tiba ada belasan warna yang semuanya terlihat menarik.

Akhirnya bukan makin yakin.

Malah makin bingung.

Fenomena ini sering disebut analysis paralysis.

Semakin banyak pilihan, semakin sulit mengambil keputusan.

Menunggu Momen yang Dirasa "Pas"

Ada juga yang sebenarnya sudah siap.

Tapi masih menunggu momen.

Menunggu desain selesai.

Menunggu partner bisnis kasih kabar.

Menunggu gajian.

Menunggu tabungan cukup.

Menunggu keberanian muncul.

Karena memulai brand memang bukan cuma soal modal.

Kadang yang paling mahal justru keberaniannya.

Padahal Tidak Harus Langsung Besar

Salah satu alasan banyak orang menunda produksi adalah karena merasa harus langsung sempurna.

Harus punya desain terbaik.

Harus punya konsep yang matang.

Harus punya stok banyak.

Harus langsung terlihat seperti brand besar.

Padahal banyak brand yang hari ini terlihat besar, dulunya juga dimulai dari produksi yang sederhana.

Yang penting bukan semuanya sempurna.

Yang penting mulai dulu.

Lalu diperbaiki sambil jalan.

Jadi, Kalau Kamu Pernah Bilang "Nanti Saya Kabarin Lagi"...

Tenang.

Kamu bukan satu-satunya.

Kalimat itu sudah sangat sering terdengar di dunia produksi kaos.

Kadang artinya memang belum jadi.

Tapi lebih sering artinya:

"Saya masih menyusun keberanian untuk mulai."

Dan itu wajar.

Karena membangun brand bukan soal siapa yang paling cepat.

Tapi siapa yang akhirnya benar-benar memutuskan untuk melangkah.

Kalau saat ini kamu masih ada di fase membandingkan bahan, warna, atau menghitung kebutuhan produksi, tidak perlu buru-buru.

Cari informasi yang cukup, hitung kebutuhan dengan tenang, lalu ambil keputusan yang paling sesuai dengan kondisi brand kamu.

Siapa tahu setelah baca artikel ini, kalimat "nanti saya kabarin lagi" bisa berubah jadi:

"Min, saya jadi order."